e3aclinic’s profile picture Kenali kondisi seboroik keratosis sejak dini!

Kenali kondisi seboroik keratosis sejak dini!
.
Kali ini, dr. Emilia Kasturi berkesempatan mengedukasi kalian terkait penyebab munculnya seboroik keratosis dan perawatan yang dapat dilakukan untuk mencegah permasalahan kulit tersebut 👍🏻

Keratosis seboroik adalah benjolan seperti kutil yang tumbuh di permukaan kulit dan bisa bertambah seiring waktu. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang dewasa, terutama yang lanjut usia.

Keratosis seboroik dapat tumbuh di permukaan kulit mana pun, kecuali di telapak tangan dan kaki. Bagian tubuh yang sering menjadi lokasi kemunculan keratosis seboroik adalah wajah, dada, bahu, punggung, dan lipatan kulit.

Keratosis seboroik bukanlah kanker. Namun, terkadang terlihat seperti pertumbuhan kanker. Karena itu, memerlukan pemeriksaan penunjang seperti biopsi untuk memastikannya.

Penyebab Keratosis Seboroik 

Beberapa wanita mengalami keratosis seboroik selama kehamilan atau setelah melakukan terapi penggantian estrogen. Siapa pun bisa mengidap masalah ini, tetapi paling rentan terjadi pada:

  1. Orang yang berusia di atas 50 tahun

Jaringan seperti kulit biasanya mulai muncul pada usia paruh baya dan jarang terjadi pada orang muda. Sekitar 30 persen orang memiliki setidaknya satu jaringan di usia 40 tahun, dan sekitar 75 persen di usia 70 tahun.

  1. Riwayat keluarga dengan keratosis seboroik

Sekitar setengah dari semua kasus keratosis seboroik multipel terjadi dalam keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa genetik memiliki kecenderungan untuk mengembangkan jaringan seperti kutil.

  1. Orang yang berkulit lebih gelap

Varian keratosis seboroik yang disebut dermatosis papulosa nigra sangat umum terjadi pada orang berkulit gelap. Masalah ini rentan terjadi pada orang keturunan Afrika, Asia, dan Hispanik.

Faktor Risiko Keratosis Seboroik

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko keratosis seboroik, antara lain:

  • Usia. Penyakit ini biasanya mulai akan muncul setelah berusia 40 tahun.
  • Paparan matahari. Kulit yang terpapar sinar matahari secara berlebihan dalam jangka waktu yang panjang dapat meningkatkan risiko perkembangan jaringan seperti kutil.
  • Genetika. Ada indikasi bahwa faktor genetika atau keturunan dapat berkontribusi pada perkembangan keratosis seboroik.
  • Jenis kelamin. Penyakit ini lebih rentan muncul pada pria ketimbang wanita.
  • Kondisi medis tertentu. Orang dengan kondisi medis tertentu, seperti sindrom Leser-Trélat memiliki risiko lebih tinggi.
  • Obesitas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa obesitas dapat berhubungan dengan perkembangan keratosis seboroik, meskipun hubungan ini tidak sepenuhnya dipahami. Jika memiliki berat badan di atas rata-rata

Gejala Keratosis Seboroik

Gejala utama keratosis seboroik adalah benjolan seperti kutil di kulit. Benjolan tersebut memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berwarna lebih gelap dari warna kulit sekitarnya, misalnya kecokelatan atau kehitaman
  • Berbentuk bulat atau lonjong
  • Bertekstur kasar seperti kutil
  • Sering muncul lebih dari satu di satu area (berkelompok)
  • Tidak menimbulkan sakit atau nyeri, tetapi dapat terasa gatal dan mengganggu

Penderita dianjurkan untuk tidak menggaruk atau mengusap bagian tubuh yang mengalami keratosis seboroik karena dapat menyebabkan infeksi, perdarahan, atau pembengkakan.

Pengobatan Keratosis Seboroik

Masalah kulit ini umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, jika penderita merasa kondisi tersebut mengganggu atau bahkan menimbulkan iritasi atau infeksi kulit, dokter perlu melakukan prosedur pengangkatan. Salah satu treatment yang dapat dilakukan adalah dengan  Terapi laser, bertujuan untuk membakar benjolan, membersihkan luka, dan menutup jaringan.

Setelah melalui proses pengangkatan, umumnya kulit di area tersebut akan tampak lebih cerah dibandingkan dengan kulit di sekitarnya. Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan, karena seiring berjalannya waktu, warna kulit akan kembali merata.

Pencegahan Keratosis Seboroik

Adapun beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko pertumbuhan keratosis seboroik adalah sebagai berikut:

  • Menggunakan sunscreen (tabir surya) yang memiliki SPF minimal 30.
  • Menghindari berlama-lama berada di bawah sinar matahari langsung.
  • Mengenakan pakaian tertutup saat berkegiatan di luar ruangan.
  • Mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, terutama makanan kaya antioksidan
  • Dalam kondisi ini, beruntungnya kak @macanmachan sangat menyadari pentingnya melakukan perawatan kecantikan, sehingga seboroik keratosis pada wajahnya lebih mudah ditangani dikarenarekan kondisinya juga tergolong masih tipis.
    .
    Nah, jika kulit wajah kalian menunjukan kondisi seperti di atas, pastikan kalian melakukan perawatannya bersama dokter yang profesional di klinik kecantikan yang terpercaya pada bidangnya yaa 🥰
    .
    #edukasikesehatan #infokesehatan #edukasikecantikan #keratosisseboroik

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.